Pengertian Libertalisme

Posted on

Pengertian Libertalisme – Kemunculan dan adanya sebuah perkembangan perjuangan liberal semakin terlihat dengan munculnya kaum borjuasi di Perancis pada abad ke-18, yang menyatakan liberalisme sebagai protes terhadap kekurangan-kekurangan yang ada di Perancis selama periode tersebut.

Kaum borjuasi yakni telah berhasil untuk mendekati rakyat untuk melawan kekuasaan absolut raja dan mencapai kebebasan dan kemerdekaan di bidang ekonomi, politik, dan agama.

Apa yang dimaksud dengan Libertalisme ?

Pengertian-Libertalisme

Pengertian Libertalisme adalah pemahaman yang dituntut oleh kebebasan individu dalam segala bidang, ekonomi, baik politik, maupun agama. Liberalisme adalah ideologi dan pandangan filosofis, sekaligus tradisi politik yang mengedepankan kebebasan dan juga memiliki persamaan hak.

Dasarnya, liberalisme yakni telah berupaya untuk membebaskan masyarakat dengan kebebasan berpikir (berpendapat) bagi setiap individu dengan menolak pembatasan pemerintahan dan agama. Inilah pengertian tentang arti “liberalisme”.

Istilah liberalisme berasal dari kata Spanyol “liberales”, liberales adalah nama sebuah partai politik yang mulai berkembang pada abad ke-20 dan pada saat itu bertujuan untuk melawan pemerintahan berdasarkan konstitusi.

Menurut Understand, poin utama dalam hidup ini adalah individu. Karena ada individu, masyarakat bisa terorganisir, dan karena ada individu, negara bisa dibentuk.

Karena itu rakyat atau negaranya harus selalu menghormati dan melindungi kemerdekaannya. Setiap orang harus memiliki kebebasan dan kebebasan dalam politik, ekonomi dan agama.

Sejarah Ideologi Libertalisme

Sebuah cerita pendek tentang pembentukan pemahaman liberal kembali ke peristiwa Revolusi Perancis di abad ke-18. Sebelumnya ada pembagian kelas di Perancis, yaitu kelompok privilege dan kelompok tanpa hak. Ada orang yang punya hak istimewa menjadi pemimpin agama, keluarga dan kelompok bisa mengendalikan segalanya.

Sejarah-Liberalisme

Jika kelompok ini tanpa hak untuk tidak memiliki hak, maka kelompok tersebut berasal dari Perancis baik kaya maupun miskin, di mana mereka harus mematuhi hak istimewa kelompok.

Karena merasa tidak ada keadilan antara dirinya dan kelompok yang memiliki hak istimewa, ia dipandang terlibat secara ekonomi, politik, sosial dan agama. Mereka yang tidak berhak memperjuangkan keadilan dan kebebasan menuntut keadilan.

Puncak Revolusi Prancis terjadi pada 1789 dan Prancis tidak mengadopsi liberalisme hingga 1870. Gerakan tersebut merupakan gerakan liberalisme yang berlangsung lama, setelah itu liberalisme menyebar ke negara-negara Eropa lainnya. Mereka yang memimpin gerakan disebut liberal pada saat itu.

Ciri-Ciri Ideologis Libertalisme

Dalam liberalisme diasumsikan dapat tumbuh dalam sistem pemerintahan yang demokratis karena dalam sistem demokrasi ini liberalisme juga membebaskan kebebasan individu, sekali pun kebebasan tersebut tidak seperti liberalisme. Adapun berbagai jenis ciri-ciri dalam ideologi ini, diantaranya ialah:

  • Terdapat suatu tugas dan hak tertentu yang mutlak mutlak dan tidak dapat dilanggar oleh otoritas mana pun.
  • Anggota masyarakat memiliki hak intelektual, yang meliputi kebebasan beragama, berbicara, dan pers.
  • Pemerintah yakni hanya bisa mengatur sedikit kehidupan untuk rakyat sehingga rakyat dapat belajar membuat banyak pilihan dalam hidupnya sendiri.
  • Memaksa orang lain di atas orang lain adalah awal yang buruk dalam pengertian ini, tidak ada perbudakan.
  • Negara yang dikatakan kaya ketika semua atau sebagian besar dari mereka bahagia.

Kelebihan dan Kekurangan Libertalisme

Setiap ideologi yakni sudah memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, sebagaimana liberalisme mengacu pada ide liberalisme, karena adanya kekurangan liberalisme dam kelebihan liberalisme.

Kelebihan Ideologi Libertalisme

Adapun berbagai jenis kelebihan dalam ideologi ini, diantaranya ialah sebagai berikut:

  • Tercipta nya inisiatif masyarakat dan upaya pengaturan kegiatan ekonomi. Masyarakat tidak perlu menunggu perintah dari pemerintah.
  • Setiap orang dapat memiliki sumber daya produksi. Hal ini mendorong partisipasi masyarakat dalam perekonomian.
  • Persaingan perlu ditingkatkan karena kegiatan ekonomi telah diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat.
  • Menghasilkan barang dengan kualitas baik karena barang kualitas rendah tidak laku di pasaran.
  • Efektivitas dan efisiensi tinggi, karena setiap ukuran ekonomi didasarkan pada motif yang menguntungkan
  • Kontrol sosial dalam sistem pers liberal dilakukan secara bebas. Berita atau ulasan di media massa dapat berisi kritik eksplisit, terlepas dari apakah ditujukan untuk institusi individu atau pemerintah.
  • Orang bisa memilih partai politik tanpa campur tangan dari siapa pun.

Kelemahan Ideologi Libertalisme

Adapun berbagai jenis kelemahan dalam ideologi ini, diantaranya ialah sebagai berikut:

  • Sulit untuk mendistribusikan pendapatan. Karena persaingan bebas, pendapatan jatuh ke tangan pemilik modal atau pemberi kerja. Para pekerja sekarang hanya memperoleh sebagian kecil dari pendapatan mereka.
  • Pemilik produksi yakni dapat mengeksploitasi kelas pekerja, sehingga yang kaya semakin kaya dan yang miskin menjadi miskin.
  • Monopoli sering dianggap merugikan masyarakat.
  • Sering terjadi fluktuasi ekonomi karena seringkali merupakan cacat budaya pada individu
  • Karena pers dijalankan oleh swasta, sulit bagi pemerintah untuk mengatur dan mengontrol nya. Dengan demikian pers merupakan media komunikasi dan media massa yang sangat efektif untuk menciptakan citra di masyarakat sesuai misinya masing-masing.

Baca Juga :

Demikian pembahasan yang kami sampaikan mengenai Pengertian Libertalisme. Semoga bermanfaat.