Pengertian Advokat

Posted on

Pengertian Advokat – Kata advokat ini yakni berasal dari bahasa latin advocare yang artinya membela dan membantu. Tetapi para pendukung Inggris bermaksud untuk mewakili, mendukung, membela, atau memberi nasehat kepada masyarakat. Cukup menjadi pendukung mereka untuk mempertahankan profesinya.

Awalnya, istilah pengacara profesional dimaksudkan untuk digunakan hanya bagi mereka yang melaksanakan perintah pengadilan di pengadilan ketika pekerjaan pada proses peradilan eksternal dilakukan oleh Barister atau pengacara.

Namun sekarang di semua negara profesi penasehat / jaksa / jaksa dan jaksa / manajer umum / sokcitoir sudah tidak ada lagi, dan sekarang istilah penasehat / jaksa / Lawyer atau advocate digunakan. Kata Pengacara tidak dikenal di luar negeri dan hanya dikenal di Indonesia.

Apa itu Advokat ?

Pengertian-Advokat

Pengertian Advokat adalah orang yang dapat memberikan jasa hukum secara profesional di negara dan peradilan yang ketentuannya berdasarkan hukum.

Undang-Undang Kehati dapat mengatur bahwa pendukung adalah aparat penegak hukum yang kedudukannya sama dengan aparat penegak hukum lainnya, yaitu hakim, jaksa, bahkan polisi. Meski merupakan dua lembaga penegak hukum, namun peran dan fungsi lembaga penegak hukum tersebut berbeda satu sama lain.

Ketentuan Pasal 5 ayat (1) UU Pembantuan juga memberikan status pengacara sebagai penegak hukum, yang kedudukannya sama dengan lembaga penegak hukum lainnya dalam hal keadilan dan kewajaran.

Dalam kekuasaan kehakiman, advokat merupakan salah satu institusi yang memegang peranan penting, di samping peran kepolisian dan kejaksaan. Pengacara adalah bentuk profesi yang dihormati, sehingga sering disebut sebagai mobil opini yang merupakan penyedia jasa yang mulia.

Dia disebut mulia karena dia juga salah satu pilar pemerintahan dan menghormati hak asasi manusia serta berusaha memberdayakan masyarakat dalam hak yang dinyatakan sebagai hasil dari Undang-Undang Dasar.

Kata pendukung berasal dari bahasa Latin “Advocare” yang artinya “membela, membantu, mengundang, atau menjamin”. Sedangkan dalam bahasa Inggris “supporter” berarti “dapat membuat atau mengandalkan argumen untuk membuat, mendukung, menandai atau mengiklankan”.

Dari segi peristilahan juga terdapat beberapa definisi advokat yang telah di definisikan oleh advokat, organisasi, regulasi, dan undang-undang yang telah ada dan eksis sejak zaman penjajahan hingga saat ini.

Dalam RUU KUHP, yang dimaksud dengan pengacara adalah orang yang memberikan jasa hukum di dalam dan di luar pengadilan serta dapat mengatur ketentuan berdasarkan ketentuan Undang-Undang Pengacara.

Ciri Khusus Profesi (Advokat)

Adapun berbagai jenis profesi dalam advokat ini, diantaranya ialah sebagai berikut:

  • Tentu saja, harus terdapat sebuah pengetahuan harus dikelola.
  • Harus ada kebebasan dan tidak boleh ada hubungan atau hierarki formal (ilegal).
  • Kebutuhan untuk melayani kepentingan umum dan mengejar kemakmuran hendaknya tidak menjadi tujuan utama.
  • Tentu saja, “clien-verhouding” adalah hubungan saling percaya antara penasihat dan pelanggan.
  • Harus ada kewajiban untuk menjaga kerahasiaan informasi. Konsekuensinya, hak privasi harus dilindungi.
  • Harus ada kekebalan (terutama yang tidak diperlukan) untuk tindakan atau perbuatan pertahanan.
  • Harus ada peradilan etik dan kode etik untuk pengadilan kehormatan.
  • Ini diizinkan untuk menerima penghargaan yang tidak sopan atas hasil pekerjaan atau upaya atau upaya yang dilakukan di dalamnya.
  • Ada kewajiban untuk membantu orang yang tidak membayar gratis (tanpa biaya).

Kedudukan Advokat sebagai Penegak Hukum di Indonesia

Contoh-Advokat

Penasihat status penegakan hukum merupakan salah satu alat sah dalam proses peradilan yang sejajar dengan lembaga penegak hukum lainnya yang menegakkan hukum dan keadilan. Secara khusus, ini merupakan salah satu pilar penegakan supremasi hukum dan perlindungan hak asasi manusia di Indonesia.

Ketika kita berbicara tentang bantuan hukum timbal balik dan perlindungan hak asasi manusia dalam konteks negara hukum Indonesia, perlu dipahami bahwa dalam perkembangan negara hukum terdapat ciri-ciri yang mendasar seperti perlindungan hak asasi manusia, persamaan keadilan dan peradilan gratis. Tidak memiliki pengaruh dan tidak dipengaruhi oleh kekuasaan lain dan legalitasnya dalam segala bentuknya.

Tentu saja, kita tidak dapat mengklaim sebagai negara sebagai negara hukum jika negara tidak dapat memberikan para pendukungnya rasa legitimasi dan janji serta perlindungan hukum untuk masalah hak asasi manusia dan hak asasi manusia.

Kedudukan pengacara yang diatur dalam UU Pembela dan hak-hak tersangka dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana terkait dengan penanganan perkara pidana terhadap tersangka, terdakwa.

Penasihat tidak dapat dilihat sebagai pelengkap proses, karena subjek dari pengalaman pengadilan dilihat dalam kasus litigasi dan juga lebih lambat dan merumuskan proses.

Pandangan seperti itu salah dan pandangan kaku karena tidak tahu atau tidak mau tahu apa dan bagaimana posisi Penasehat Indonesia saat ini? setelah adanya penasehat hukum.

Namun demikian, masih terdapat budaya masyarakat hukum yang khususnya alergi terhadap pengacara, jika tersangka yang ditangkap didampingi oleh pendukung, maka memerintahkan tersangka atau keluarganya untuk tidak dikaitkan dengan dukungannya, sehingga yang lama harus ditinggalkan.

Karena KUHAP Poliminal sendiri meliputi hak-hak tersangka, terdakwa. Oleh karena itu, penahanan, penahanan dan penyidikan harus didampingi oleh penasehat hukum yang merupakan penasehat.

Sesuai dengan perkembangan sistem hukum saat ini, bahwa setiap perkara hukum harus ditegakkan, karena hukum tentu saja tidak netral dan adil, mempunyai rasa persamaan yang sama, tetapi hukum seringkali tidak memberikan keadilan dan netralitas, hukum ibarat bambu, yang dibagi dan dipertukarkan, di satu sisi, merugikan mayoritas orang miskin.

Baca Juga :

Demikianlah pembahasan yang telah kami sampaikan secara lengkap dan jelas yakni mengenai Pengertian Advokat. Semoga bermanfaat.